Nasib Seniman Tradisi di Masa Pandemi

Atourin Talk #2: Nasib Seniman Tradisi di Masa Pandemi

Atourin kembali menyelenggarakan Atourin Talk pada pertengahan Juli 2020 ini. Bekerjasama dengan Ludruk Budhi Wijaya Entertainment, tema yang diangkat kali ini adalah ‘Nasib Seniman Tradisi di Masa Pandemi’. Tema ini diangkat sebagai bentuk keprihatinan sekaligus kepedulian Atourin atas keberadaan seniman-seniwati tradisi, khususnya dalam hal ini adalah ludruk. Ludruk Budhi Wijaya Entertainment adalah grup ludruk yang berbasis di Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur.

Seni tradisi Indonesia mengalamani tantangan berupa animo atau antusiasme dari masyarakat yang makin menurun dibandingkan beberapa dekade sebelumnya. Tentunya, perlu strategi untuk bisa membuat keberadaan seni tradisi ini agar tetap menarik terutama di kalangan generasi saat ini. Pelestariannya tentu juga sangat bergantung pada para seniman-seniwati. Dari mereka pembelajaran dan pelestarian diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya. Keberadaan pandemi, dimana event yang mengundang keramaian tidak bisa dilakukan turut memberikan dampak signifikan bagi seniman tradisi. Mereka tentu kehilangan job, atau dalam istilah ludruk disebut tanggapan dimana grup ludruk melakukan performa dari satu acara ke acara lain, dari satu daerah ke daerah lain. Grup-grup ludruk kehilangan tanggapan yang menjadi sumber utama penghasilan mereka.

Sebagai informasi bahwa ludruk adalah salah satu bentuk teater tradisional yang lahir, hidup, dan berkembang diawali dari Jombang. Ludruk lahir saat zaman penjajahan sebagai media kritik terhadap penjajah, soft power perlawanan atas ketidakadilan dan kesewenang-wenangan penjajah kala itu. Lakon atau tema yang diangkat dalam ludruk ini adalah tema kehidupan sehari-hari dan tentu diselingi dengan lelucon atau dagelan yang membuat pertunjukan ludruk makin menarik. Dari Jombang, ludruk menjadi populer ke berbagai daerah lain di Jawa Timur seperti Sidoarjo, Malang, Mojokerto bahkan Surabaya. Ludruk bahkan menjadi salah satu ikon budaya Jawa Timur.

Dalam Atourin Talk kali ini, kita akan membahas sejarah ludruk, tantangan pengembangan ludruk serta nasib para seniman-seniwati ludruk di masa pandemi ini.

Waktu Acara

Sabtu, 18 Juli 2020
13.00 - 15.00 WIB

Webinar ini dilakukan via aplikasi Zoom

Pendaftaran Acara

Pendaftaran dibuka sampai hari Jumat, 17 Juli 2020 jam 21.00 WIB

Acara ini adalah gratis dan terbuka untuk umum. Peserta yang mendaftar akan mendapatkan:

  • sertifikat elektronik (e-certificate)
  • kesempatan mendapat hadiah dari Atourin
  • pengetahuan dan pengalaman menarik terkait dengan tema yang diangkat

Donate as You Wish Event

Kamu juga bisa ikut membantu seniman-seniwati ludruk terdampak pandemi dengan cara berdonasi sesuai dengan keikhlasanmu. Donasi dapat dikirim melalui transfer bank ke rekening:
Bank BCA 006-0966788
a.n. Yayasan Inageo

Setelah melakukan donasi, kamu bisa konfirmasi ke narahubung kami.

Narahubung

Apabila ada pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi kami di:
Ririn 0812-2040-1113

Terima kasih dan kami tunggu partisipasinya di Atourin Talk #2!